April 5, 2025

Lensa-Informasi.Com – Muara Kuang Ogan Ilir – Ketua IWO Indonesia Ogan Ilir Yasandi Soroti Oknum Kepala Sekolah SDN 12 Muara Kuang Diduga Korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) Tahun Anggaran 2020,diduga tidak digunakan dengan sebagaimana mestinya.

Yaitu berupa dugaan pembelanjaan yang sifatnya penggelembungan harga kemudian fiktif.kamis(28/03/2024).

Menurut Yasandi,Hal tersebut sejalan dengan informasi yang kami telusuri dari Situs Kemendikbud dan laporan hasil investigasi Tim di lapangan bahwa Laporan Penggunaan Dana BOS pada SDN 12 Muara Kuang diduga ada manipulasi dan fiktif.

“Seperti, pada kegiatan pembelajaran dan escul di tahun 2020 Tahap 1. Sebesar Rp.21.540.000,tahap 2 sebesar Rp.8.701.000 kemudian tahap 3 sebesar Rp.13.015.000 total Rp.43.256.000.

Sedangkan untuk adminitrasi kegiatan sekolah pada tahun 2020 tahap 1 Rp.24.299.000.tahap 2 sebesar Rp.20.902.900.tahap 3 sebesar Rp.23.380.000.total Rp.68.581.000.

Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah pada tahun 2020 tahap 1 sebesar Rp.12.400.000.tahap 2 sebesar Rp.31.845.000. tahap 3 sebesar Rp.6.224.000.total Rp.50.469.000.

Langganan daya dan jasa pada tahun 2020 pada tahap 1 sebesar Rp.1.690.000.untuk tahap 2 sebesar Rp.8.440.000.sedangkan pada tahap 3 sebesar Rp.1.540.000.total Rp.11.670.000.

Kemudian pembayaran honor pada tahun 2020 pada tahap 1 sebesar Rp. 18.000.000.pada tahap 2 sebesar Rp.18.000.000.tahap 3 sebesar Rp.18.000.000.total Rp.54.000.000.

Diduga total kerugian negara atas pengelolaan Dana BOS SDN 22 Muara Kuang pada tahun 2020 sebesar Rp.227.976.900.

“Dari data di atas Kami melihat adanya perbedaan anggaran untuk setiap tahap penggunaan dan adanya dugaan mark up anggaran serta adanya dugaan tidak sesuai dengan fakta dilapangan karena kita ketahui bersama pada tahun 2020 yang lalu Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19.

Oleh sebab itu, kami mengajak semua pihak untuk mengawasi bersama terkait penggunaan anggaran dana BOS SDN 12 Muara Kuang Kecamatan Muara Kuang kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan,”ajak Yasandi.

Terpisah Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Muara Kuang Pikri saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengaku kalau dirinya tidak paham dengan masalah sekolah tersebut.

“Mohon maaf Saya gak paham masalah ini..jadi tidak mau ikut campur.,”balas nya singkat.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 12 Muara Kuang Purnawi Utami belum bisa memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.(red).