
Lensa-Informasi.Com-OKI-Markus Jatmiko, S.Pd., Ketua Gugus IV Mesuji Raya, mengadakan kegiatan “workshop PMM dan Komunitas Belajar” agi guru yang tergabung dalam KKG gugus IV Mesuji Raya. Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid ini dimulai Senin tanggal 16-18 Januari 2023 secara luring, dan di lanjutkan dengan tugas mandiri hingga tanggal 21 nanti. Kegiatan ini diikuti oleh 61 guru, 5 kepala sekolah, serta 2 orang pengawas pembina. Bertindak sebagai narasumber kegiatan Ibu Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd.Kamis(19/01/2023).
Kegiatan dibuka oleh pengawas pembina, Bapak Kasmidiyanto, S.Pd. dan Bapak H. Marnu, S.Pd. Motivasi belajar dan pentingnya komunitas belajar di satuan pendidikan menjadi target utama pantauan pengawas pembina. Mengenai waktu kegiatan diserahkan pada hasil kesepakatan setiap sekolah. Para pengawas berharap akhir bulan Januari 2023 ini kepalan sekolah sudah menerbitkan SK komunitas Belajar serta membuat program kerja kegiatan.
Lanjutnya,Materi pertama yang disampaikan oleh ibu narasumber adalah urgensi memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), serta membentuk komunitas belajar di lingkungan sekolah sebagai langkah awal membenahi raport pendidikan 2022. Ibu kepala SMP Negeri 2 Mesuji Raya ini juga menjelaskan fungsi serta cara memanfaatkan fitur-fitur dalam PMM. Semua penjelasan dilakukan dengan simulasi langsung membuka PMM dan meminjam akun peserta yang baru pertama membuka PMM. Dengan demikian peserta lain bisa langsung mengikuti langkah-langkah yang dilakukan dalam mengikuti pelatihan mandiri di PMM.
Hari pertama dilalui peserta dengan sangat antusias, mengikuti langkah-langkah yang diberikan narasumber. Topik 1 Merdeka belajar yang berisi lima modul pelatihan dipelajari dan berusaha di selesaikan oleh peserta. Bahkan setelah sampai di rumah, saat makan peserta berkumpul di rumah guru yang terdekat untuk bersama-sama menyelesaikan pelatihan mandiri. Hal ini diketahui oleh narasumber dari kiriman foto pada group WA KKG Gugus IV Mesuji Raya. Semangat dan daya juang para guru yang patut ditiru.
Hari kedua dilanjutkan dengan cara membuat aksi nyata topik 1 bagi yang sudah dapat menyelesaikan postest setiap modul yang dipelajari. “Hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat aksi nyata adalah memahami rincian aksi nyata yang dipilih, sehingga harapannya aksi nyata yang dibuat memenuhi standar kurator kemendikbudristek untuk mendapatkan sertifikat”, tutur ibu narasumber.
Tak lupa peserta mengisi umpan balik kegiatan workshop terhadap performa narasumber sebagai bahan laporan kegiatan. Hal ini menjadi budaya positif dari kurikulum merdeka. Setiap pelaku pendidikan bersedia melakukan refleksi diri serta diberi umpan balik oleh orang lain.
Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan penyelesaian dan revisi aksi nyata. Peserta diberi tips untuk merubah PPT menjadi PDF secara ofline. Serta penguatan untuk kegiatan komunitas belajar yang akan mulai dilakukan oleh sekolah di KKG Gugus IV Mesuji Raya.(SAS)