April 6, 2025

Benglulu, lensainformasi.com- Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu nomor urut 3, Dedy Ermansyah dan Nuragiyanti D Permatasari (Agi), soroti pentingnya kemampuan fiskal dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Bengkulu.

 

Poin ini mereka paparkan dalam debat publik perdana yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Sabtu, 26 Oktober 2024, pukul 19.00 WIB, di Krakatau Room, Grage Hotel Bengkulu.

Dedy menekankan bahwa salah satu fokus mereka adalah upaya mendatangkan uang untuk mengatasi berbagai tantangan pelayanan di kota Bengkulu.

 

“Masalah utama kita adalah duit dan duit. APBD kita tidak mampu. Pogram apa pun tidak akan jalan kalau kemampuan (fiskal) kita begitu saja,” ucap Dedy.

 

Menurut Dedy, kemampuan fiskal yang kuat menjadi kunci untuk memperbaiki pelayanan di berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan elektronik.

 

“Dengan dukungan fiskal yang kuat, kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan di segala sektor,” ujarnya.

 

Dijelaskan, Dedy bahwa dirinya dan Agi akan memanfaatkan jaringan politik mereka untuk mendukung upaya mendatangkan dana bagi Bengkulu. Ia menyebutkan bahwa Agi, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, akan didukung oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang telah menyatakan komitmen untuk membantu program pembangunan di Bengkulu.

 

Tak hanya itu, Dedy juga mengungkapkan bahwa dukungan juga akan datang dari pihak keluarga Agi, yakni Sultan Najamuddin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yang memiliki pengaruh kuat dalam alokasi anggaran pusat.

 

“Wakil saya, Agi, memiliki latar belakang politik yang kuat. Pak Prabowo, Ketua Umum Gerindra, telah menyatakan dukungan dan berjanji untuk membantu kami, Selain itu, Paman Agi, Bang Sultan Najamudin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD, juga siap memberikan dukungan penuh. Dengan kolaborasi ini, kita bisa mewujudkan Bengkulu yang lebih baik,” papar Dedy.

 

Lanjut Dedy, belanja pegawai dan operasional dalam APBD Kota Bengkulu sebesar 73 sampai 79 persen dan belanja modal cuma 19 persen.

 

“Sementara, kemampuan keuangan kita sangat minim sekali. Jangankan untuk mendanai pembangunan, untuk gaji pegawai saja kita tak mampu,” kata Dedy.

 

Dalam debat tersebut, Dedy-Agi memaparkan bahwa langkah-langkah untuk meningkatkan pelayanan publik membutuhkan tambahan anggaran yang signifikan.

 

Hal tersebut, kata mereka, sangat penting untuk memastikan pelayanan elektronik, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dapat menjangkau seluruh masyarakat Kota Bengkulu.

 

Dengan menyampaikan rencana yang dinilai realistis dan didukung oleh jaringan politik yang kuat, pasangan Dedy-Agi berharap dapat memperkuat komitmen masyarakat dalam mendukung visi mereka untuk menciptakan Bengkulu yang lebih maju dan berdaya saing.(HNP28)