
Lensa-Informasi.Com – OGAN ILIR – Diduga pembangunan sumur bor di Desa Ulak Sagara, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, di mark-up, pembangunan yang berasal dari dana desa(DD) tahun anggaran 2023 lalu di duga ada permainan anggaran,sehingga kualitas dari pada sumur bor tersebut tidak sesuai yang di harapkan oleh masyarakat,”Jelas anggota LSM JAKOR.Sabtu(22/03/2024).
Masih menurut dia”Pembangunan sumur bor yang sangat di butuhkan oleh masyarakat Desa Ulak Sagara, di duga anggaranya di mark-up oleh kades ulak Sagara, sehingga kualitas dari sumur bor tersebut tidak sesuai dengan yang di harapkan oleh masyarakat ulak sagara,dari 5 sumur bor yang di buat pada sekitar bulan Agustus, 3 diantaranya sudah rusak total, dan sumur itu hanya bisa di gunakan cuma 4 bulan saja, selebihnya tidak bisa mengeluarkan air bersih lagi,”Tutur (IS) anggota LSM JAKOR ke awak Media
Menurut sumber yang enggan di sebutkan namanya, program sumur bor yang menggunakan dana desa(DD)di desa ulak Sagara sebanyak 5 titik yang di bangun di tempat yang sudah di sepakati,dana yang di gunakan untuk pembuatan 5 titik sumur bor tersebut di anggarkan lebih kurang 80 juta,namun realisasinya anggaran yang terserap, tidak sesuai dengan RAB alias di mark-up,pasalnya pekerjaan sumur bor tersebut di borongkan
“Saya sangat kecewa sekali dengan kualitas sumur bor yang baru di bangun ini, padahal anggaranya cukup besar, tapi kualitas sumur bor nya sangat jelek,rata rata usia sumur bor tersebut cuma sampai 4 bulan saja,selebihnya tidak bisa di gunakan lagi”tuturnya.
” Ia juga menambahkan anggaran yang tertuang di dalam RAB,tidak sesuai dengan realisasinya,karena pekerjaan di kerjakan secara di borongkan, sehingga di duga terjadi mark-up anggaran,sangat di sayangkan kalau dana desa yang seharusnya di gunakan untuk kemakmuran desa, tapi nyata banyak masuk kantong pribadi,dengan segala macam cara yang di gunakan”ucapnya dengan nada kesal.
Sayangnya saat awak media mencoba konfirmasi melalui pesan WA, kepada Kades Ulak Sagara, yang bersangkutan tidak membalasnya, di hubungi via ponselpun tidak menjawab, hingga berita ini di muat. (NAJAMUDDIN)